Ditanya Soal Mafia Tanah, Perwakilan PTPN 7 'Kabur' dari Kantor Gubernur Lampung
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Sejumlah pejabat PTPN 7 menghadiri rapat bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Kantor Gubernur Lampung, Senin (19/6/2023).
Pertemuan itu digelar tertutup di ruang rapat Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Membahas penggunaan lahan pertanian PTPN 7 di Way Berulu Pesawaran yang diduga tidak sesuai Hak Guna Usaha (HGU).
Namun saat rapat usai, sejumlah pejabat perwakilan dari PTPN 7 langsung ‘kabur’ saat hendak diwawancarai awak media.
Dari pantauan Rilis.id, ada lima orang perwakilan dari PTPN 7 menggunakan seragam berwarna putih. Terdiri dari 4 pria dan 1 wanita.
Saat ditanya terkait hasil rapat dengan Pemprov dan BPN Lampung, tak satupun yang buka suara. Bahkan mereka beramai-ramai langsung pergi menuju tempat parkiran.
“Jangan tanya ke kita, ke Pemprov aja,” ujar salah satu perwakilan PTPN 7.
Namun awak media menyatakan wawancara dilakukan ke semua pihak termasuk Pemprov dan BPN agar beritanya berimbang.
Setelah ditanya Kembali, akhirnya satu orang pejabat PTPN 7 yang berkomentar singkat.
“Intinya besok kita akan hadir di BPN. Besok kita akan hadir ya,” ujar perwakilan PTPN 7 yang tak mau menyebutkan namanya.
Ditanya soal dugaan mafia tanah di jajaran PTPN 7 Way Berulu, pria tersebut enggan menjawab.
PTPN 7 Way Berulu
mafia tanah
Lahan warga
Pesawaran
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
